CATHOLIC MIGRATION OFFICE
Indonesian Catholic Migrant Ministry in New York is member of
Catholic Migration Office of Diocese of Brooklyn

Bersyukurlah dengan apa yang diberikan Allah

Pengakuan dosa

Kaum non-Katolik sering mendebat mengenai pengakuan dosa di gereja Katolik dengan dasar alkitabnya. Mar 2:7 “Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri” dan 1 Yoh 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”.

Perlu diketahui lagi, sebenarnya teks tersebut adalah benar, dan tidak dapat diartikan begitu saja. Kita harus melihat konteksnya, seperti Markus 2:7 berbicara tentang ucapan musuh – musuh Yesus yang menganggap Yesus menghujat Allah karena Ia mengampuni dosa orang. Ayat itu bukan kata – kata Yesus kan ?

1 Yoh 1:9 itu hanyalah berbicara tentang Allah yang mengampuni dosa manusia, bukan larangan gereja untuk mengadakan pengakuan dosa.

Sebaliknya, sudah ada ayat yang menegaskan adanya wakil – wakil gereja (Imam) sebagai pengganti para rasul untuk memberikan pengakuan dosa. “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada” (Yoh 20:22-23). Perlu diketahui, Yesus mengatakan hal itu kepada para rasul SAJA, bukan kepada semua orang. Jadi para rasul memang ditugaskan untuk memberikan pengakuan dosa.

“Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga” (Mat 16:19), teks ini juga dapat menjadi landasan adanya tugas para imam untuk memberikan pengakuan dosa.

“Barangsiapa kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, – seandainya ada yang harus kuampuni-, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus” (2 Kor 2:10).

Jadi kalau Anda melihat semua ayat – ayat diatas, telah dinyatakan bahwa adanya tugas untuk Imam untuk mengampuni, atau memberikan sakramen pengampunan dosa.

Ada alasan lain mengenai keberatan adanya pengakuan dosa dari pihak non-Katolik, seperti penegasan bahwa dosa adalah urusan manusia dengan Allah saja, bukan Imam. Banyak juga ayat – ayat yang menyanggah, dan memberikan perincian tentang hal ini.
1 Kor 5:1-5 berbicara tentang Paulus yang menghukum orang. 2 Kor 2:5-11 tentang Paulus juga yang mengampuni dosa jemaat. Dan Mat 18:15-20, isinya ?, silahkan buka kitab suci Anda.

Ada seorang anak dari keluarga terpandang gereja. Pada suatu saat, dia tertangkap basah sebagai pengguna narkotik, dan akhirnya dia memutuskan untuk bertobat. Cukupkah ia minta maaf kepada Tuhan saja ?. Tidak perlukah ia minta maaf kepada ayah – ibu dan saudaranya yang ikut dirugikan dia ?. Hal itu sama halnya dengan pengakuan dosa.

Kesimpulannya, gereja sangat berkepentingan dalam adanya pengakuan dosa. Dan Imam memang telah terbukti menjadi wakil untuk memberikan pengakuan dosa bagi umatnya. Penutupnya simak Yak 5:16 “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh”.

Disadur : Mempertanggungjawabkan Iman Katolik
Dr. H Pidyarto Gunawan, O.Carm